candle


"burns for the light" -ruslikhwan-

pearls before swine



angkat gelas, kita bersulang!

jam 10 tadi malem tiba hp gw bunyi dengan nomer esia yang gada diphonebook gw. akhirnya gw angkat ternyata ipoy yang nelpon

ipoy: luk dimana lo?
gw: dirumah aja gw, napa emang?
ipoy: gw di wiwit nih, mau jalan ga?
gw: kemana? babeh*penjual minuman beralkohol dibilangan senayan* yak? hahaha
ipoy: yaudah ayo dah gw jg lg bosen, lo gw jemput yak

sekitar 10 menitan, ipoy udah nyampe krumah gw, tapi ga seru jg kalo mau nongkrong sepi, gw ajak2in lagi si mirza, yah mirza si smangat kalo yang gini2an hehehe.
akhirnya gw ipoy dan inu memutuskan jemput si mirza.
di dalam perjalanan ngrasa masih kekurangan orang untuk ngobrol, gw langsung telpon conge dan cemen untuk dateng ke babeh. mreka jg mutusin untuk dateng ke babeh.
sesampainya disana,*anjing klise bgt* conge dan cemen blm sampe. akhirnya kita berempat mutusin untuk minum duluan
pitcher pertama: zombie strong
kita ngobrol sgala macem lainnya sampe ga krasa minuman mau abis. gak lama si conge dateng dengan epet. minuman dirasa sangat amat kurang sehingga kami memutuskan memesan,
pitcher kedua: blue diamond
suasana semakin asik asoy geboy a.k.a enjoy. lagi minum gini si ipoy mesen sate padang, dan gw ngiler mutusin untuk beli jg -_-'. suasana dirasa masih kurang rame karena cemen blm dateng. oia masih ada yg blm lengkap yak orangnya? coba tebak siapa? KOPET! yak bner sodara2, hahaha. akhirnya kopet di telpon jg sama conge, dan kopet langsung mengiyakan, padahal dia dari nonton BSD lho*niat amat yak?*. wah minuman abis lagi nih. mesen lagi aaaah.
pitcher ketiga: blue diamond(lagi)*maklum menurut gw ini yg paling enak disitu, haha
nah disini cemen dateng, dengan mio hitamnya ia bagai satria berkuda*ahay*. kulit kacang udah bertebaran dibawah meja. smakin seru suasananya di tambah gwnya jg udah sedikit kentang*lemah amat yak* eh pas lagi mau toss, mejanya terbalik dan sisa minuman yang masih banyak itu tumpah smua. yaudah mau diapain lagi, otomatis harus pesen lagi.
pitcher keempat: blue diamond(LAGI)
wah disana suasananya makin malem tambah rame aja, gak cewek gak cowok bersliweran dateng. kami smua ngbrolin saat2 dulu sma, hahha, ga bosen2nya crita. lagi asik2 crita si kopet dateng dengan pasukannya, jeding atok dan aweng. wuih jadi rame kita smua jadi bersebelas, minuman udah mau abis nih, orang udah rame. yaudah kita pesen lagi aja.
pitcher kelima dan keenam: blue diamond
karena dirasa orangnya udah makin banyak skarang yang skali pesen dua pitcher. tapi tiba2 perut gw masih laper, yaudah gw minum sambil makan nasi goreng. hahaha
wuih bau alkohol semerbak dipenjuru mata angin*hahaha lebay* udah mulai dapet suasananya nih, udah mulai nyanyi2 bareng pengamen dll. abis 15rb sendiri gw untuk pengamen, hahaha. anak2 pada udah mulai naik kyknya, ngobrolnya udah ngalur ngidul sambil ktawa2 doang. minuman abis lagi dan kopet mesen sepither lg.
pitcher ketujuh: dan lagi2 blue diamond
fuuuuh, perut udah kembung nih cuy dan jujur gw udah naik jg sama kyk yg lainnya. ada pengamen lagi yang dateng, si kopet request lagu terlalu manis-nya slank, kata kopet nih lagu untuk gw, abis kita nyanyi bareng mreka smua toss untuk gw, hihi baiknya kawan2 :). pas kopet ma jedink lg ngobrol sambil ktawa ngakak+kenceng, tiba2 mreka dilempar botol sama skumpulan orang ambon meja sebelah, panas dong? panas lah lg pada kobam gt. untung salah satu dari ambon itu minta maaf dan minta maklumin kalo tmnnya rese soalnya lg kobam parah. gw ngamanin anak2 yg lagi panas, eh gw jg ikutan panas, untung mirza yg cuma minum dikit*soalnya pagi2 harus pergi* nenangin anak2.

suasana udah ga enak dan kita putusin untuk pulang. pas mau bayar, abangnya bilangnya kita mesen 9 pitcher padahal cuma 7 pitcher, otak gw udah males mikir dan ambil spakatan sama abangnya akhirnya kita bayar 8 pitcher.
pulangnya gw dianter ipoy, bareng kopet, mirza dan inu.
bodohnya gw ga bawa kunci, akhirnya gw ngetok2 pintu rumah dan bokap yg bukain.
daripada ketauan abis ngapain, gw langsung cao kekamar dan tidur pulas.
kebangun jam 11 pagi, hangover gila sampe skarang kpala gw kyk ditiban linggis

-ruslikhwan-








Kepribadian Pria Dilihat dari Cara Menggunakan Ponsel


Gaya seseorang memperlakukan ponselnya dapat menunjukkan apakah ia orang yang bertanggung jawab, memegang komitmen, berhati-hati, penuh cinta atau pelit. Iseng-iseng coba perhatikan cara pria di sebelah Anda memegang ponselnya.

Menggenggam Dengan Tangan Kanan

Ia seorang yang rasional dan gentleman.

Ia seorang yang bisa memperlakukan Anda sebagai perempuan yang paling beruntung di dunia. Ketegasan yang diperlihatkan dengan caranya menggenggam ponsel tanpa ragu-ragu. Mantap. Kalau sudah menginginkan sesuatu, pantang tergoyahkan. Ia mempunyai daya tarik kuat yang membuat setiap perempuan rela menjadi kekasihnya. Seorang yang seksi, menyenangkan, dan membangkitkan semangat.

’Si tangan kanan’ tidak pernah kehabisan tenaga untuk meraih ambisi. Ia orang yang memegang teguh komitmen dan bisa diandalkan. Kekeras kepalaannya terkadang menjengkelkan. Makanya ia membutuhkan orang yang bisa mengimbanginya. Perempuan yang berhati lembut, penyayang dan juga setia yang mampu merebut hatinya.

Menggenggam Dengan Tangan Kiri

Lelaki yang kreatif dan intuitif.

Perasaannya cukup peka dan gampang tersentuh. Ia mudah menyelami perasaan orang lain. Meski ia bukan orang yang mudah membagi perasaannya dengan orang lain. Secara kualitas pribadi, ia memiliki kemampuan yang lebih baik di bidang konsep ketimbang pelaksana. Ia bisa menjabarkan setiap persoalan secara detail namun seringkali gelagapan jika diterjunkan ke lapangan.

Ia seorang yang bisa memanjakan Anda dengan bunga, namun kesulitan ketika harus berkomitmen dengan seseorang. Sebagai pacar, ia cukup qualified. Penuh pengertian, perasa dan penuh perhatian. Jika jatuh cinta pada lelaki ini dan merasa dia lah belahan jiwa Anda, jangan pernah menyakiti hatinya.

Ponsel Dipegang Dengan Tangan Lemas alias Ogah-Ogahan

Ah, tipe sulit mengambil keputusan

Kehidupan yang dijalani sepertinya telah menekan vitalitasnya, baik tubuh dan fikiran. Sifatnya yang menonjol adalah lemah dan ragu-ragu. Ia seorang yang mudah patah semangat bila tertimpa masalah. Setiap kali akan melangkah dia selalu pesimis duluan. Ujung-ujungnya dia akan memilih mengurungkan niatnya atau mundur teratur.

Ia bukan orang yang bisa berinisiatif dalam hal apapun, apalagi dalam urusan cinta. Ia tidak akan menghubungi Anda sebelum Anda yang menghubunginya. Tipe yang pasif dan tidak keberatan apabila kendali hubungan berada di tangan kekasihnya.

Berganti-Ganti Tangan

Lelaki yang memanfaatkan kedua tangannya saat memegang ponsel menandakan ia kurang bisa fokus pada sesuatu. Mudah bosan. Perhatiannya gampang berpaling atau terbagi oleh sesuatu yang dianggapnya lebih menarik. Energinya kelewat besar hingga ia butuh penyaluran dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menantang.

Beberapa di antara mereka begitu asik dengan dirinya sendiri sehingga terkadang melupakan pasangannya. Kelebihannya ada pada keluwesannya. Gaya bicaranya sangat diplomatis dan merupakan pribadi yang aktif dan senang petualangan.

Menekan Ponsel Ke Telinga Dengan Pundak

Ia selalu ingin terlihat sibuk dan ambisius.

Semua hal ingin ia kendalikan sendiri, termasuk hubungan dengan pasangan, walau akhirnya seringkali berantakan karena ia bukan seorang manajer yang baik. Orangnya tidak praktis dan suka membesar-besarkan masalah. Emosinya mudah meledak dan perilakunya grusa-grusu.

Bukan tipe orang yang dapat menjadi pendengar yang baik karena konsentrasinya sering kali terpecah untuk urusan lain. Saat menghadapi persoalan pelik, ia lebih suka menarik diri daripada memperbaiki situasi yang terjadi.

Memanfaatkan Handsfree

Ia senang yang praktis-praktis.

Berjiwa aktif dan sportif. Gandrung akan teknologi dan melek fashion. Kepribadiannya fleksibel. Ia dapat masuk ke lingkungan pergaulan manapun. Ia juga independen dan tidak suka mengatur pasangannya agar menuruti kemauannya. Ia toleran dan akan menghargai pendapat pasangannya walau sebenarnya tidak setuju.

Kekurangannya ialah ia sangat terikat pada Anda tapi di sisi lain ia dapat melupakan ulang tahun Anda atau perayaan momen penting lainnya.

Gimana kalau ketika menelepon ia menyuruh orang lain berbicara sementara ia bertelepon? Wah, kalau seperti ini tidak diragukan lagi, ia tipikal yang doyan nguping pembicaraan orang.


source:kompas.

light my fire


"cmon baby light my fire" -the doors-

anda gaptek? tidak perlu cemas


jika Anda merasa gaptek soal komputer, jangan kuatir. Bukan Anda saja yang merasa demikian. Jim Cartlon, seorang jurnalis Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika. Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih “idiot” daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan2 konsumen yang super konyol & “super moron” itu:

1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.

2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) punya phobia (ketakutan) pada mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik.

3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.

4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.

5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara menempelkan kertas yang akan di fax di depan monitor.

6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, lalu membilasnya dengan air, dan menjemurnya. ”

7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa.” Setelah diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah: mouse.

8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia

menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia balik

bertanya, “Power switch apa?”

9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :

Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?

Novell : Ya, bisa dibantu?

Penelepon : Tatakan gelas di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?

Novell : Tatakan gelas ? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?

Penelepon : Tidak. Tatakan gelas ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”. (Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terpingkal-pingkal.


masih cemas kalo anda gaptek?


blogger's biography


Muhammad Rusli Nur Ikhwan lahir di Jakarta 7 januari 1991. Ia tinggal di kawasan Cilandak Barat di bilangan Jakarta Selatan. Ia putra dari seorang guru yang sangat bijaksana dan seorang ibu yang merawat anak-anaknya dengan kasih sayang. Masa kecilnya di isinya banyak hal yang positif maupun negatif. Pada umur 3 tahun, sebuah kejadian yang membuat satu keluarga terpukul. Ia terjatuh di sebuah kolam ikan dan dokter telah memvonis bahwa jiwanya sulit untuk di selamatkan, tetapi berkat doa yang dihaturkan, ia terbangun dan berangsur-angsur pulih kembali. Pada umur 5 tahun, ia mencoba memasuki ke jenjang pendidikan taman kanak-kanak. Tetapi ia sangat tidak menikmati saat-saat itu, ia hanya beranggapan taman kanak-kanak hanya bermain tanpa mengenal belajar. Dengan dasar itu, orang tuanya pun memasukan dia ke sekolah dasar. Namun sekolah dasar menolak karena umur yang masih belum mencukupi untuk memasuki sekolah dasar. Tapi akhirnya ia menemukan sekolah dasar negeri, yang mau menerima. SDN 10 Petang Cilandak, sekolah yang keadaannya berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya. Sekolah itu hanya berisikan 8 murid rata-rata tiap kelasnya. Mungkin dikarenakan sekolah itu baru memulai jam belajarnya pada siang hari, jadi orang-orang enggan memasukan anaknya kesana. Tapi ia tidak memandang sebelah mata, ia tetap bersekolah dengan sungguh-sungguh. Tak dapat diragukan lagi ia selalu memegang peringkat satu di SD itu.

Pada saat ia kelas 4 SD, ada berita buruk yang tersebar. Sekolah kesayangan itu akhirnya di likuidasi.
Semua muridnya menyebar ke sekolah-sekolah dasar lainnya. Begitu juga ia, ia pindah ke SDN 15 PAGI CILANDAK. Ia sangat sulit beradaptasi dikarenakan ia baru mengenal sekolah yang ramai isinya. Tetapi ia tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Tidak sia-sia, ia tetap memegang peringkat satu di kelasnya. Sampai ketika ia menghadapi general test guna memasuki SMP yang dia inginkan, dengan perjuangannya, ia memasuki SMP favoritnya, SMPN 68 CIPETE SELATAN Pada masa SMP ia menghadapi persaingan yang kompetitif, banyak orang yang bersungguh-sungguh untuk sekolah di situ. Ia merasa tertantang dan belajar makin sunggugh-sungguh, sampai pada ia masuk ke kelas unggulan kesatu. Ia belum puas dengan apa yang sudah di capai, namun kenyataan berkata lain. Ia tidak sanggup untuk memegang peringkat satu yang ia sering sandang di sekolah dasar. Sampai pada waktu UAN. Ia tidak mau mengecewakan orang tuanya, ia belajar dengan sungguh-sungguh.

Perjuangan itu tidak sia-sia, ia mendapatkan nilai UAN yang tinggi dan memasuki sekolah menengah negeri unggulan di Jakarta selatan, SMAN 70 JAKARTA. Ia tidak menyangka di sekolah unggulan itu masih melakukan aksi tawuran pelajar. Awalnya ia berfikir aksi ini sangat amat negatif. Pada suatu ketika ia terpaksa ikut ke medan perkelahian dengan paksaan senior-senior, di situ ia bias mengambil sisi positifnya, satu sama lain melindungi dari serangan musuh, itu membuat solidaritas semakin tinggi. Kemudian ketika ada salah satu temannya yang terluka, mereka beramai-ramai mengumpulkan uang untuk yang terluka, bahkan sampai ada yang rela tidak makan, indahnya sebuah pertemanan. Ia banyak belajar banyak hal di SMA. Ia mulai merasakan pentingnya sebuah teman, ia mulai, merubah pola pikir yang kekanak-kanakan menjadi dewasa, melihat sudut pandang tidak lagi subjektif. Sampai pada ia kelas tiga dimana ia dituntut belajar sugguh-sungguh untuk menghadapi Ujian Akhir Nasional yang saat itu berjumlah enam pelajaran.

Ia pun mulai kembali membangun semangatnya untuk itu. Mulai memasuki bimbingan belajar dan les-les privat. Ia berniat melanjutkan studinya ke Universitas Padjadjaran Bandung. Akhirnya sampai pada saatnya Ujian Akhir Nasional.
Usaha ia tidak sia-sia, ia dengan mudah mengerjakan soal-soal yang banyak menganggap soal itu sulit. Saat surat kelulusan keluar, ia mendapatkan hasil yang memuaskan, lulus dengan nilai yang cukup tinggi. Tapi ia tidak hanyut dalam kesenangan. Ia harus belajar dengan giat lagi untuk menghadapi tes-tes masuk universitas negeri terkemuka. Ia pun mengikuti SMUP UNPAD yang di adakan di Bandung dan memilih Fakultas Ilmu Komunikasi. Ia memlih Komunikasi dikarenakan hobinya yang suka di dunia entertainment. Ia menunggu-menunggu dengan cemas sampai hasil tes keluar. Sampai pada saat tes itu keluar, ia dapat masuk ke Universitas unggulan itu.

Ia sangat puas ternyata usahanya slama ini tidak sia-sia. Sekarang, ia menjadi mahasiswa Universitas Padjadjaran Fakultas Ilmu Komunikasi Kampus Bandung. ia berharap dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan bekerja di bidang yang ia sukai.

-ruslikhwan-

with a little help from my friend

What do I do when my love is away.
Does it worry you to be alone?
How do I feel by the end of the day.
Are you sad because you're on your own?
No, I get by with a little help from my friends,
Mmm, get high with a little help from my friends,
Mmm, gonna to try with a little help from my friends


penggalan lagu di atas gw kutip dari lagu beatles yang berjudul with a little help from my friend, dan skarang gw akan membahas realita yang gw alami tentang lagu ini.
memang teman adalah hal berharga yang kita punya, apalagi kalo kita hidup sendiri alias ngekost. cuma temen yang bisa kita andalkan kalo lagi kesusahan.
temen, temen, dan temen
bukannya mau sombong, tapi jujur gw punya banyak teman, dibandung dan dijakarta.temen buat gw ngebantu banget! apalagi kalo gw keabisan uang, siapa lagi yang bisa buat gw survive terus bisa makan di kota orang? hahaha
oia, kalo yang belum tau, gw ngontrak dengan 4 orang teman gw. ngontrak tuh asik, soalnya ga pernah sendirian di rumah. ada aja orang yang nemenin, kadang2 malah jadi basecamp anak2 main dan berbuat dosa, hahaha *out of topic bos*
gw ngrasain penting bgt yang namanya temen blm lama ini, pas gw abis putus *pake curcol lagi*. temen-temen gw ga henti-hentinya ngasih gw support, saran, dll biar gw gak sedih lagi, gak down lagi. makasih ya kawan :)

What do I do when my love is away.
Does it worry you to be alone?

jawabannya GAK SAMA SKALI, karena gw ngrasa aktifitas yang biasa dlakuin sama pacar gw bisa abisin sama temen2 gw. lagipula putus bukan sgalanya jg, gw jadi bisa instropeksi diri knapa smua jd kyk gini dan itu membuat gw yang jauh lebih berkualitas dari gw yang dulu*anjing curcol lagi, bodo amat jg si page gw jg*
nih beberapa nasehat temen gw
ipoy: "santai aja luk, ntr cari pacar aja anak sma kyk gw"
conge: " yaelah, ntr jg dia nyesel ga sampe setaun udah balik lagi"
kopet: " mending kyk gw, nikmatin dulu masa2 kyk gini"
toge: " udah gausah dikejar ntr jg kalo sayang balik lg"
togel: " kalo gw jadi lo nih ya, gw si males ngejar lagi, mending cari lagi, tapi yang beda kelamin sama lo"
teh tifany: " teteh jg dulu gt de, tapi percaya deh kalo emang sayang bakal balik, kalo emang ga balik brarti emang ga sayang"*red: yaiyalaaaaah
nadia: "aduuh yang sabar yaa luk, trus gw gmana nih?"
bisikan*gtau gw udah gila kali suka ngrasa ada yg bisikin*: "udah sholat aja, ntr jg lo bakal mrasa bruntung kok ada kejadian kyk gini"

buat smua yang udah nasehatin gw, gw mau bilang makasih ya :)
sbnernya ada lagi nasehat2 yang lainnya tapi gw lupa, mungkin lain kali kalo gw inget.

kesimpulan yang gw dapet, dalam keadaan apapun inget harus inget temen, soalnya disaat lo susah cuma ada temen lo yang dukung lo.
tribute to: temen2 gw yang slalu ngebantu gw *maaf ga pernah bilang makasih langsung, gengsi boooi, hahaha

-ruslikhwan-

now that youre gone

Now that you're gone, it's too dark at night.
It's constantly cold and nothing seems right.

Now that you're gone it hurts to be alone.
I can't stand it here without you, afraid, and on my own.

Now that you're gone my world seems naught.
This is all going to be harder than I thought.

Now that you're gone I can't seem to find my smile.
I didn't think I'd lose it yet, and I won't get it back for a while.

Now that you're gone, I can't help but yearn
For the love that we had and the day that you'll return.

Now that you're gone and have left me behind,
I'm losing my focus, and have already lost my mind.

Now that you're gone, not much else will matter.
Each day I'm without you my heart will continue to shatter.

Now that you're gone all it does is rain.
The heavens seem to to weep, as if they feel my pain.

Now that you're gone I just want to cry.
I curse the night you left, when we had to say goodbye.

Now that you're gone I only want one wish.
For you to come home, and give me just one kiss
.

goodbye baby :')

-(R)(R)(R)(R)(R)(R)(R)-


hitam-putih

I

Geng-geng bocah

Aku lahir pada awal tahun 1990. aku terlahir dengan nama denny. disini cerita hidupku dimulai, aku dilahirkan dari keluarga kalangan atas di daerahku. Rumahku berlantai tiga dengan 4 kamar tidur dan kolam renang kecil di belakang halaman rumahku. saat aku kecil apapun yang aku minta selalu dituruti, ayahku mempunyai beberapa perusahaan swasta yang cukup ternama di kotaku. Aku berdomisili di pinggiran selatan jakarta. Ibuku hanya seorang penikmat harta ayahku. Aku hanya anak tunggal. Kadang kadang ayahku tidak pulang selama berbulan-bulan untuk kepentingan kerja. waktu luang itu dipergunakan ibuku untuk shopping dan jalan-jalan dengan ibu-ibu sejenis yang kekurangan kasih sayang dari suaminya, aku tidak pernah tahu kemana ibuku pergi ketika ia bersama teman-temannya, yang aku tahu hanya ibu terlihat berjalan sempoyongan dan aroma alcohol semerbak di sekitarnya ketika sampai rumah dan kadang-kadang membawa seorang pemuda gagah kerumah, bahkan kekamar yang biasa ditiduri ayahku . Aku tidak pernah bilang kepada ayah. Aku takut itu akan hanya membuat ribut besar di keluargaku.

Ketika aku umur 6 tahun, aku bersekolah di sekolah yang terkenal dengan tempat anak-anak orang berada mencari ilmu. Pada awal aku masuk sekolah aku tidak bisa bersosialisasi. Aku memang kurang pergaulan pada masa kecilku, aku hanya bermain dengan baby sitter yang merawatku. Selain itu aku juga tidak suka perangai sebagian besar anak-anak di sekolah itu. Mereka sombong dan merasa mempunyai kuasa di sekolah itu. Mereka suka mengusili siswa yang tidak mau bermain dengan mereka, siswa yang pintar dan rajin di sekolah itu, tidak terkecuali aku. siswa yang dijahili hanya bisa diam karena mereka tahu yang menjahili sangat di segani dan kuat. Aku tidak menikmati bersekolah di sekolah ini. Tapi aku tidak pernah bilang kepada orang tuaku, aku memang orang yang sangat tertutup.

Pada umur 10 tahun aku mulai mencuri-curi waktu untuk keluar rumah, disaat ibu dan ayahku tidak ada di rumah, aku keluar dan mulai mencari teman, aku berjalan di kawasan kumuh dekat bantaran sungai yang tidak jauh dari rumahku, aku melihat anak-anak yang sangat ceria bermain di sungai. Salah satu dari orang itu menghampiriku, ia tidak suka aku berada di daerah itu karena alasannya aku orang kaya yang sombong dan tidak pernah menolong warga sekitar. Memang rumahku tidak jauh dari rumah mereka tinggal, rumahku terlihat dari rumah-rumah mereka yang hanya beralaskan tanah dan beratapkan seng-seng lusuh. Aku tidak pernah seceria mereka. Aku ingin sekali bergabung bermain dengan mereka. Mereka menolak dan mengusirku agar aku pulang. Tetapi aku terus membujuk agar bisa bermain dengan mereka. Akhirnya aku diizinkan bermain dengan mereka dengan syarat aku harus memberi mereka sejumlah uang untuk bergabung dengan mereka. Aku pun menyanggupinya. Aku memang orang yang kaya, tapi pengeluaranku selalu di awasi. Aku akhirnya mencuri uang ibuku yang di simpan di dalam lemari bajunya. Dan ibuku menyalahkan pembantu rumah tanggaku dan memecatnya.

Aku sering bermain dengan mereka. Mereka berjumlah 5 orang. Mari kita sebutkan satu persatu. Kevin, pria berumur 12 tahun yang putus sekolah dari kelas 4 SD, ayahnya hanya seorang penambal ban motor, ia mempunyai perangai yang lucu, suka ngebanyol dan bercanda. Rio, tidak pernah merasakan bangku sekolah, ia berumur 8 tahun dan anggota termuda digeng, ia yang selalu jadi korban teman-temannya untuk di suruh-suruh dan di bodohi. Johnny, 12 tahun, berbadan besar dan gemuk, tetapi ia sangat penakut dan pemalas. Bob,11 tahun, ia amat suka musik dan mempunyai cita-cita menjadi rock and roll star. Dan yang terlahir dan amat ditakuti, ramon, 13 tahun, ayahnya pereman pasar skitar dan di didik sangat keras oleh ayahnya.

Setelah aku bergabung aku di ajak ke tempat mereka berkumpul yang mereka sebut basecamp. Di sana terdapat satu sofa bekas yang sudah sobek-sobek yang mereka ambil dari tempat sampah. Di temboknya penuh dengan coretan nama-nama mereka. Di sudut-sudut ruangan terdapat botol-botol minuman keras bermerek murahan. Awalnya aku menyangka mereka anak lugu yang hanya tau bermain. Tetapi lingkungan yang keras membuat mereka hidup tanpa aturan dan semena-mena. Aku memang suka hidup yang lurus dan bermoral. Tetapi setelah aku berfikir aku bosan hidup penuh aturan. Aku menyalahkan orang tuaku yang tidak pernah peduli dengan aku. Ibuku saja bisa hidup senang-senang dan menyalahi aturan, jadi aku mencoba untuk mengikuti gaya hidup teman-teman baruku yang tidak beda jauh dengan moral ibuku. Walaupun teman-temanku tidak bergaya hidup mewah seperti ibuku, tetapi mereka tidak munafik dan tidak mengaturku seperti ibuku mengaturku layaknya diktaktor.

II

Ayah, ibu, dan teman

Aku mulai bolos sekolah untuk bermain dengan mereka. Aku ke basecamp untuk berkumpul dan bercengkrama dengan gengku. Ramon punya suatu rencana sore ini. Baru pertama ini aku tau bahwa geng ini suka membuat rencana-rencana untuk mengisi waktu senggang. Ramon malam ini mengajak kami membobol warung rokok kecil untuk mengambil beberapa bungkus rokok. Warung itu terdapat di utara basecamp kami dan bersebelahan dengan pasar. Aku menyanggupinya, padahal aku tahu aku tidak bisa keluar malam. Setelah membicarakan rencana itu kami semua pulang kerumah masing-masing.

Ibuku menanyakan bagaimana disekolah tadi dan aku hanya bilang “menyenangkan” dan aku langsung masuk kekamar tidurku yang berada di lantai dua. Aku memikirkan bagaimana caraku keluar dari rumah pada malah hari. Aku melihat jendela kamarku dan terdapat pohon yang tinggi terdapat di halaman depan tepat di depan jendela kamarku. Akhirnya aku tahu cara keluar rumah pada malah hari. Aku tidak sabar menunggu malam hari untuk menjalankan rencana tersebut. aku tidur agar waktu terasa lebih cepat. Aku memasang waker pukul 11 malam. Aku terbangun pukul setengah dua belas. Aku telat! Entah aku terlalu letih atau wakernya tidak berfungsi aku tidak bangun pada pukul 11. Aku memasukan guling kedalam selimut untuk mengelabui ibuku jika ia mengecek aku saat aku keluar. Aku loncat ke pohon besar itu. Ternyata pohon itu jaraknya sedikit jauh. Aku terpeleset dan hampir saja jatuh. Untungnya tangan kanan saya dapat meraih dahan pohon itu yang cukup besar. Jantung aku berdebar kencang, hampir saja aku jatuh. Aku bukan takut akan sakitnya jatuh, tapi aku takut ibuku terbangun dan melihat aku keluar rumah dari jendela. Aku menuruni pohon dengan hati-hati dan melompati pagar yang di ujungnya terdapat besi yang lancip. Yeah, aku berhasil keluar dari rumah.

Ketika aku sampai di basecamp, aku melihat johnny sedang tidur di sofa dan ramon yang sedang menghisap sebatang rokok. Ramon menunjukan raut muka yang sedikit marah karena aku terlambat. Dengan berbagai alasan akhirnya mereka memaafkan aku.

Kami pun berjalan menuju warung dekat pasar itu. Rio membawa sebatang linggis yang di bawa dari rumahnya. Memang ayahnya rio seorang kuli bangunan. Sesampainya di warung tersebut ramon memerintahkan aku dan bob untuk mengawasi sekitar sedangkan rio johnny kevin dan dia membobol warung. Aku mengawasi dengan seksama sekaligus mengobrol dengan bob. Aku tidak mengira bob mempunyai selera music yang amat tinggi. Ia sangat mengidolakan the beatles. Memang the beatles pantas sekali di idolakan karena mempunyai musikalitas yang tinggi. Bob juga mengutarakan cita-citanya untuk menjadi rock and roll star. Ia juga amat mahir bermain gitar. Aku meminta ia untuk mengajarkanku bermain gitar jika ada waktu luang, ia tersenyum bertanda bahwa ia setuju. 15 menit kemudian johnny kevin rio dan ramon menghampiri kami dengan lusinan rokok dan beberapa minuman bersoda di kantung kreseknya. Rencana pertama pun berhasil dan kita pulang ke basecamp. Di basecamp kami membagi hasil bobolan tersebut, kami masing2 dapat 4 bungkus rokok dan dua minuman bersoda. Mungkin minuman bersoda sudah tidak aneh lagi bagiku. Di kulkas rumahku ada berbagai macam merek minuman bersoda. Tetapi baru kali ini aku mencoba rokok. Selama ini aku hanya lihat bagaimana ibuku merokok secara diam-diam. Ayahku bukan perokok. Maka dari itu ibu tidak berani merokok di depan ayahku. Aku mulai membakar rokokku dan ketika menghisapnya aku terbatuk-batuk. Teman-temanku hanya tertawa-tawa dan berkata bahwa nanti aku akan terbiasa. Kami bercanda tawa sambil bernyanyi-nyanyi. Bob membawa malam itu sangat ceria dengan mengiringi kami dengan alunan lagu the beatles. Tepat pukul empat pagi pesta kami pun berakhir. Aku dengan segera pulang kerumah dan memanjat pohon lagi untuk sampai di kamarku.

Aku hanya tertidur sekitar satu setengah jam dan aku harus segera bangun untuk pergi kesekolah, dengan mata yang sayu aku sarapan di meja makan bersama ibuku. Ibuku sedikit curiga melihat mataku yang lelah. aku benci cara ibu menatapku, seakan-akan aku Cuma seorang manusia kecil yang harus mematuhi semua perintahnya padahal ia harusnya melihat betapa menyedihkan hidupnya. Ibu bertanya kepadaku kenapa aku terlihat lelah. Aku berbohong dan berkata kepadanya bahwa ada tugas matematika yang banyak sekali yang harus aku selesaikan tadi malam. Aku tahu ibu ingin sekali memarahiku tapi ia tidak ada alasan untuk itu.

Ketika aku di sekolah aku sama sekali tidak semangat blajar. Aku teringat betapa menyenangkannya tadi malam. bel istirahat pun berbunyi. Perutku yang sudah lapar memerintahkanku untuk segera membuka bekal yang di buatkan pembantu rumah tanggaku yang baru. Tetapi ketika aku makan anak-anak nakal di sekolahku menghampiriku. Ia berjumlah sekitar 8 orang yang dipimpin oleh satu jagoannya yang sering di panggil boy, entah nama aslinya atau hanya panggilan teman-temannya.

Tiba-tiba si boy mau melihat bekalku, ketika aku tunjukan bekalku. Si boy meletakan kecoa di atas telur dadarku. Kali ini aku muak dengan perbuatannya. Aku tidak perduli seberapa banyak anak-anak itu. Emosiku memuncak, aku lempar bekalku ke kepala boy dan memulai perkelahian. Sudah ketebak, aku kalah dalam perkelahian yang tidak adil itu, 8 : 1. kemeja sekolahku sobek dan mataku memar. Aku jadi sangat amat benci dengan boy dan kawan-kawannya. Ketika sampai di rumah ibu bertanya kepadaku kenapa bajuku sobek dan mataku memar. Aku mencari-cari alasan, aku berkata bahwa aku bermain bola dan tanpa sengaja temanku menarik bajuku dan aku terjatuh menghantam tiang gawang. Aku di marahi habis-habisan sepanjang hari itu.

Malam harinya aku kumpul lagi di basecamp bersama teman-temanku. Aku ceritakan semua yang terjadi di sekolahan siang tadi. Ramon sangat marah. Ia berjanji akan menghabisi boy besok setelah pulang sekolah. Aku diminta tidak usah ikut untuk menghabisi boy dan aku diminta seakan-akan tidak kenal dengan ramon dan kawan-kawan besok. Ramon takut aku akan terkena kasus di sekolah jika aku ketawan terlibat.

Esok harinya aku pergi kesekolah. Aku melihat boy dan kawan-kawan mengolok-olok aku dan mencaciku dengan kata “pecundang”. Aku hanya tersenyum dan berkata di dalam hati ,” kita lihat siapa yang akan jadi pecundang”. Pada bel istirahat kali ini aku tidak membawa bekal, tetapi aku membawa sebungkus rokok. Aku kekamar mandi dan mulai menghisap rokokku. Aku mulai handal merokok. Merokok membuat aku lupa akan rasa laparku.

Pulang sekolah pun tiba. Aku melihat ramon dan kawan-kawan di pintu gerbang. Ramon memegang stik baseball dan yang lainnya tidak memegang apa-apa. Aku pura-pura tidak mengenal mereka. Aku tidak perlu melihat si boy di habisi jadi aku putuskan untuk pulang kerumah.

Sesampainya di rumah ternyata ayahku sudah pulang dari luar kota. Ibuku terlihat seperti penjilat di depan ayahku. ibu memasak, cuci piring, dan tersenyum padaku seolah-olah sayang padaku. Malam itu aku di ajak makan malam bersama ayahku. aku merasa mendapat kasih sayang yang sebenarnya. Ayahku hanya singgah di rumahku sampai hari senin. Jadi ku putuskan aku tidak ke basecamp sampai hari senin dan melepaskan rasa rinduku pada ayahku.

Ayahku pun pergi lagi keluar kota. Dan aku harus bersekolah lagi. Sesampainya aku di sekolah aku tidak melihat boy di mana-mana. Di ruang kelas, dikantin, maupun di kamar mandi. Bel masuk pun berbunyi. Jam pertama adalah jam pelajaran kewarganegaraan. guruku mengumumkan bahwa boy skarang berada di ruang ICU di rumah sakit bunda asih. Katanya ia di pukuli sekumpulan berandal sepulang sekolah, keadaannya cukup memperihatinkan. Ia terkena gegar otak akibat hantaman benda tumpul dan seluruh tubuhnya memar-memar. Aku tersenyum dan berbicara dalam hati ,” jangan main-main denganku”.

Aku mulai berfikir boy tidak akan berulah lagi di sekolah. Sepulang sekolah guruku dan anak-anak lainnya menjenguk boy di rumah sakit, tetapi aku tidak. Aku tetap benci dengan boy walaupun dia berubah sekalipun.

bersambung...

-ruslikhwan-

Followers